//
you're reading...
Renungan

Cara Alam Menghibur Kita

Dataran Tinggi Dieng

Pernahkah kita mengalami ketika hujan deras mengguyur, kita lupa membawa payung. Lalu kita pun berbasah kuyup kedinginan. Namun,

Ketika kita siapkan jas hujan, justru panas dan terik dating membakar

hari. Sebalkah anda?

Atau mungkin kita pernah terburu-buru mengejar waktu, tetapi perjalanan malah tersendat, seolah membiarkan kita terlambat. Namun, ketika kita

Ingin melaju dengan tenang, pengendara lain malah membunyikan

klakson agar kita mempercepat langkah. Sebalkah anda? Mengapa ??

keadaan sering kali tak bersahabat? Mereka seakan meledek, mengecoh,

bahkan tertawa terbahak-bahak. Inikah yang disebut dengan

“ketidakmujuran”?

Sadari saja, itu adalah cara alam menghibur kita. Itulah cara alam

Mengajak kita tersenyum, menertawakan diri sendiri, dan bergurau secara nyata. Kejengkelan itu muncul dari kerena kita tak mencoba bersahabat dengan keadaan. Kita hanya mementingkan diri sendiri. Kita lupa bahwa jika toh keinginan kita tidak tercapai, tak ada salahnya kita menyambutnya dengan senyum, meski serasa kecut, tak apalah.

(submittedby SatriyoH.Wibisono,

 

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Kategori

follow

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 3 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: