//
you're reading...
Renungan

Terima Kasih Ayah….

AYAH

Dalam diamnya seorang ayah, sungguh berjuta kalimat tersembunyi. 
Karena sudah menjadi tabi’at lelaki tak ingin terlihat lemah. Lalu dimana cintanya dapat terbaca?

Saat ia menyudut sepi, leleh airmata itu mengalir, memikirkan anak-anak dengan segala ceritanya. 

Ia takkan pernah membawa duka dimatanya, ia takkan membawa lelah di pundaknya, ia takkan pernah menyerah, walau bertukar nyawa.

Jika ibu perlambang kasih, maka ayah sang penjaga.

Jika ibu menuntun dengan kelembutan, ayah tampil dengan kewibaan.

Ketika ibu merasa tak mampu ayahlah yang menepuk pundaknya, memberikan spirit agar bangkit tak menyerah. 

Sapaan lembut seorang ibu padamu, adalah terjemahaan keinginan ayahmu agar engkau bahagia selalu….

Seorang ayah selalu menempatkan dirimu dan ibumu diatas kepentingannya.

“Demi Kau dan Si Buah Hati”

Lalu ?

Dimana dirimu wahai ‘anak’ saat ayahmu membutuhkanmu ?

Kapan bahumu tegak dan mengatakan :

“Ayah, Aku bangga sebagai anakmu dan akan kubuktikan padamu untuk menjaga kebangganmu padaku”

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Kategori

follow

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 3 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: