//
you're reading...
Kisah

✎ Pengemis Gadungan & Orang Kaya yang Kikir

DI suatu negeri, hiduplah seorang pemuda yang sangat malas. Ia ingin punya uang banyak, tapi tak mau bekerja. Karena itu, sehari-harinya ia mencari nafkah dengan berpura-pura menjadi pengemis.

Ada saja akalnya. Kadang menyamar jadi wanita kusta, kali lain menjadi kakek tua yang ngemis di pasar. Makanya ia berhasil mendapat banyak uang dan jadi pengemis yang kaya raya.

Suatu hari, ia ditantang oleh seorang pengembara. “Kalau kamu berhasil mengemis pada Tuan Badu yang terkenal pelit itu, kau akan kuberi 10000 keping uang emas. Tapi kalau gagal, kau harus serahkan seluruh kekayaanmu dari hasil mengemis padaku. Bagaimana?” tantang si pengembara.

Si pemuda pun menyetujui karena terbayang bisa mendapatkan uang banyak dalam sekejap.Esok harinya, si pemuda berangkat menuju rumah Tuan Badu. Ia mengenakan pakaian compang camping. Lalu bajunya diolesi pewarna seperti darah untuk mengelabui Tuan Badu.

“Kenapa tubuhmu seperti itu?” tanya Tuan Badu.

“Saya habis tertabrak kereta kuda, Tuan. Saya mohon bantuan biaya pengobatan,” kata si pengemis.

“Ya, saya akan memberimu sesuatu. Tinjuku! Dasar penipu, harusnya kalau benar tertabrak, kamu berada di rumah sakit, bukan disini,” Tuan Badu pun membanting pintu rumahnya.

Esok harinya, si pemuda datang lagi dengan pakaian lusuh dan tubuhnya penuh bintik-bintik seperti orang sakit cacar air.

“Tuan Badu, jangan dekat-dekat. Saya terkena penyakit cacar dan perlu uang untuk berobat. Cepat lemparkan uang, sebelum Tuan tertular.”

Tuan Badu pun lalu melempari pengemis itu seperti yang diminta. Tapi ia melempar dengan tomat dan tepat mengenai wajah si pengemis sehingga gambar cacar airnya luntur. “Cepat pergi sana, dasar pembual,” pekik Tuan Badu.

Di hari ketiga, si pemuda datang dengan menyamar sebagai nenek-nenek yang sangat renta. Wajah dan tubuhnya dilumuri minyak berbau amis agar terlihat keriput. Di kepalanya terpasang rambut palsu, persis rambut orang tua. Sungguh penyamaran yang sempurna.

Ia mengetuk pintu dan Tuan Badu pun ke luar rumah. Tapi tanpa diduga-duga, Tuan Badu ke luar sambil membawa anjing galaknya. Tentu saja si pengemis panik berlari. Dandanannya berantakan!

Pengemis pun telah kalah bertaruh. Si pengembara telah menantinya. Ia terpaksa menyerahkan 1000 keping uang emasnya pada si pengembara. “Aku menyerah kalah! Tuan Badu memang sangat pelit” ujar si pemuda.

“Oya?” si pengembara tiba-tiba membuka topinya.

“Hah! Tu.. tuan Badu…” si pemuda sangat terkejut.

Ternyata pengembara yang mengajaknya bertaruh itu adalah Tuan Badu yang menyamar. Tuan Badu yang terkenal kikir itu sebenarnya seorang dermawan. Selama ini, ia datang ke pelosok desa untuk berderma dengan menyamar sebagai pengembara. Dan saat menyamar itulah, ia sering bertemu dengan pengemis gadungan dan ingin memberinya pelajaran.

Akhirnya, pemuda itu sadar akan kesalahannya. Ia dan Tuan Badu lalu sepakat mendermakan seribu keping emas taruhan tadi untuk orang yang memerlukannya.

Sumber :
http://www.facebook.com/notes/kumpulan-dongeng-cerita-rakyat/pengemis-gadungan-orang-kaya-yang-kikir/10151202510843756

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Kategori

follow

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 3 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: