//
you're reading...
Uncategorized

✎ CERITA MASA LALU

Saat usiaku menginjak 10 tahun, aku pindah sekolah ke DIY, tepatnya di T**** maaf harus saya samarkan. “Keadaan jauh berbeda, pertama masuk menjadi murid baru aku kaget, di kelasku hanya terdapat 15 anak itu pun harus duduk sendiri2.

 

Menjadi murid baru kelas 5 caturwulan pertama, awalnya kesulitan mencari teman, karna terkendala bahasa jawa. Sebenarnya aku lumayan tahu, tapi berkomunikasi yang sulit, ada beberapa kata yang aku tidak mengerti maknanya. Paling ribet jika diajak bicara dengan orang yang lebih tua, dengan bermodal bahasa jawa yang masih berantakan, pake bahasa Indonesia aja dah !! biar aman darpada salah ngomong.

Istilah paling populer adalah basa krama atau basa jawa alus. Bahasa yang tidak kusukai dari awal menginjakkan kaki si Jogja. Namun bahasa ini begitu populer di kalangan orang tua, terutama simbah-simbah. Ada juga bahasa krama inggil, entah sama atau beda.

Pernah suatu hari aku main kerumah teman, hingga saatnya aku pulang, Agar terlihat sopan, walaupun masih anak-anak, pamit kepada ibu temanku. Coba-coba pake bahasa krama, ada 3 kalimat yang membuatku bingung, pertama bu.. kulo kundur riyin, kedua bu… kulo wangsul riyin, ketiga bu… kulo bali riyin… wkwkwk, yang terakhir ini terdengar lucu memang. Bingung yang mana kata yang tepat, akhirnya kuputuskan “bu….saya pulang dulu….hehehe……, Ibu temanku terlihat seperti menahan tawa, mungkin heran ya, ada anak desa bicara bahasa Indonesia dengan baik dan benar, atau Ibu temanku adalah orang yang ramah dan murah senyum, entahlah … I don’t know..!!

bingung sekali

Masih ingat juga dulu saat khotbah shalat Jum’at di masjid. Ceramah dengan bahasa krama… haduh… ditelingaku terdengar seperti bahasa asing, setara dengan bahasa spanyol, alhasil tidak ada ilmu yang bisa kudapatkan dari khotbah jum’at dan itupun berlangsung beberapa tahun. Sampai dewasa kini, bahasa krama masih menjadi misteri, misteri kata. Gara-gara dia juga nilai bahasa jawaku selalu terendah. Bukannya aku gak mau belajar, tapi aku memang gak tertarik, lebih nyaman menggunakan bahasa Indonesia menurutku…!!

 

Ini ceritaku…. mana ceritamu…??

 

 

 

 

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Kategori

follow

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 3 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: